Bangkai gajah berjenis kelamin Jantan ditemukan Mati

Cart

Kematian Gajah Liar di Kabupaten Aceh Tengah, Pada hari Senin tanggal 17 Juli 2017, telah ditemukan seekor gajah mati di kebun masyarakat di Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bangkai gajah ditemukan pertama kali oleh warga dan dilaporkan kepada aparat desa dan kecamatan. Gajah berjenis kelamin jantan berumur sekitar 40 tahun, dengan kondisi pada saat ditemukan kondisinya sudah membusuk. Kejadian kematian diperkirakan sudah lebih dari 3 minggu. Saat ditemukan, gading gajah telah hilang, kepala terbelah (diperkirakan dibelah dalam upaya mengambil gadingnya) dan terdapat lobang seperti terkena tembakan di tulang tengkorak.
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dalam hal ini dari Conservation Respon Unit (CRU) Peusangan telah mengecek ke lapangan, mengambil dokumentasi dan membuat berita acara serta kemudian membuat laporan polisi ke Polres Aceh Tengah. Lokasi tempat kejadian selanjutnya dibatasi dengan garis polisi (police line) dan pihak Polres Aceh Tengah telah memulai penyelidikan kasus kematian gajah yang hilang gadingnya ini.
Pada hari Jumat, 21 Juli 2017, penyidik Polres Aceh Tengah bersama tim dokter BKSDA Aceh dipimpin oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi didampingi Kepala SKW Wilayah I Lhokseumawe Dedi Irvansyah SP, melakukan otopsi terhadap bangkai gajah. Dari otopsi dapat dipastikan bahwa kematian gajah disebabkan oleh tembakan senjata api pada bagian kepala dan pantat. Pihak Polres Aceh Tengah sudah memeriksa beberapa orang saksi dan sudah mengidentifikasi salah satunya akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Saat ini sedang dilakukan proses pengembangan untuk mengungkap sindikat perburuan gading.

BKSDA Aceh sangat berharap kasus kematian gajah di Aceh Tengah yang hilang gadingnya ini dapat segera terungkap untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Dikhawatirkan kejadian ini merupakan kesengajaan dalam upaya mendapatkan gading gajah yang kemudian terhubung dengan sindikat perdagangan gading, sehingga jika tidak terungkap dikhawatirkan akan dapat terulang lagi di kemudian hari.(red/BKSDA ACH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *